Semalam, tepatnya pada 19 agustus 2008, ba’da isya. Saya dan 3 orang teman saya ngumpul di sebuah tempat penjualan burger pinggiran jalan David beureu’eh (daud beuereu eh). Pada awalnya kami berencana ingin duduk2 di sebuah warkop dekat jembatan lamnyong, kami menyebutnya warkop “cekdin”.. tapi berhubung pada malam itu cekdin lebih cepat untuk meng-nonaktifkan warungnya ya terpaksa kami berubah haluan ke tempat burger yang biasa kami datangi..
Pada saat itu yang datang baru bertiga, yaitu saya dan 2 orang teman saya yang bernama vandi dan kas.. sementara teman saya yang satunya lagi yang bernama muda agak telat datang karna ada keperluan dengan adiknya.. sementara menunggu si muda dating, kami ngobrol2 ga jelas gitu..
Tak lama kemudian skitar 20 mnit setelah kami ngobrol, tibalah si muda dengan penampilan yang lucu dan membuat kami tertawa.. yang membuat dia lucu itu adalah rambutnya yang panjang dan gumpalan rambut yang terletak di atas telinganya itu seperti bunga kembang yang biasa di pakai orang bali.. hi hi hi .. sori da..
Dia duduk di hadapan kami, lalu ikut berbincang2 bersama kami.. dan pembicaraan kami beralih ke tingkat kecepatan berpikir seseorang.. di tengah pembicaraan kami, si kas mencoba mengeluarkan pendapatnya tentang kecepatan berpikir 2 orang temannya, dan kesimpulannya bahwa, 1 oarang temannya itu dianggap cerdas, sedangkan yang 1 nya lagi pandai. Nah, tiba2 si muda memotong pembicaraan, katanya begini :”eh setau saya pandai itu di peruntukkan bagi binatang, ‘sePANDAI2nya tupai melompat’, coba kalian piker. Itu menurut saya.. hehe’’
Kami geger di buatnya.. ada-ada saja teman yang satu tu.. :-w

jehh….. si raiza , dah berpantun ria , hahhahahaaa …
jepret…. kalo si tupai hobbi foto bisa lupa ngabisin kelapa gue..